cafe oase4

Cafe Oase yang belum berumur sampai 5 tahun ini bermula dari 8 pemuda Sumbawa yang rata-rata menempuh ilmu di luar Sumbawa dan setelah lulus mencari ide usaha yang dapat dikembangkan di kota kelahiran mereka yaitu kota Sumbawa Besar. Akhirnya tercetuslah mendirikan Cafe Oase yang mengutamakan menu minuman kopi dari biji kopi daerah Tepal Sumbawa. Sebelum benar-benar buka cafe, mereka menimba ilmu dari a sampai z dulu tentang perkopian di Yogyakarta. Selain itu juga survei biji kopi di daerah Tepalnya langsung.

cafe oase9
biji kopi Tepal yang sudah diroasting

Cafe Oase didekor dari bangunan rumah yang sudah jadi kemudian nuansanya dibikin senyaman mungkin untuk nongkrong ala anak-anak muda Sumbawa. Bermula dari yang datang teman-teman sendiri, lalu dari mulut ke mulut saling ajak satu sama lain akhirnya ya sekarang ramai pengunjung terutama malam hari. Untuk kalian yang anti asap rokok, mungkin Cafe Oase kurang cocok untuk kalian karena kalau sudah ramai pengunjung…hampir semua merokok dan semua ruangan smoking room. Tapi hal itu bisa juga disiasati dengan datang bukan pas jam ramai atau pilih tempat duduk yang di luar ruangan saja.

cafe oase

cafe oase2

cafe oase3

Waktu itu kita mencoba kesana pas bukan jam ramai, malah kita jadi pengunjung pertama hari itu. Kita bisa bicara panjang lebar dengan salah satu pemilik sekaligus baristanya sendiri yaitu mas Joe. Jadinya kita sedikit tahu tentang sejarah Cafe Oase terbentuk. Selain itu mas Joe juga dengan senang hati memperagakan membuat kopi dengan alat rokpresso. Karena memang sistem pembuatan kopi disana belum memakai mesin, masih mengandalkan alat-alat manual seperti rokpresso maupun dengan pour over.

cafe oase5
pour over
cafe oase8
pemilik sekaligus baristanya, mas Joe

Untuk biji kopinya mereka kerja sama dan berbagi ilmu dengan petani desa Tepal Sumbawa yang sebagian besar memproduksi biji kopi jenis robusta dan arabika (sedikit). Tapi untuk masalah roasting biji kopi, mereka membawanya ke Lombok karena di Sumbawa belum ada alatnya. Rata-rata penduduk lokal Sumbawa menyangrai sendiri biji kopinya dengan wajan tanah liat.

Berhubung kita kesana bersama teman, kita bisa pesan beberapa menu kopi sekaligus yaitu espresso, cappuccino, avogato dan kopi tubruk. Bagi yang suka kopi tapi tidak terlalu pahit seperti aku, bisa coba yang avogato. Kopi campur es krim, pahitnya tersamarkan oleh rasa es krimnya.

cafe oase6
avogato
cafe oase7
espresso
cafe oase11
cappuccino
cafe oase12
kopi tubruk

Bisa disimpulkan kalau Cafe Oase hasil dari kreatifitas pemuda Sumbawa dari ide untuk mengangkat biji kopi Tepal, dekorasi rumah dijadikan cafe hingga gambar-gambar di dinding cafenya pun hasil karya pemuda Sumbawa. Cafe Oase juga merupakan salah satu pelopor dibukanya cafe-cafe anak nongkrong lainnya di Sumbawa Besar. Sangat besar harapan kalau Cafe Oase ke depannya bisa memiliki mesin kopi dan alat roasting biji kopi sendiri supaya memudahkan dalam urusan produksi dan efisiensi waktu.

Cafe Oase

Jl. Mawar No.36,, Kel. Bugis, Kec. Sumbawa, NTB 84313
Jam Buka: 4 PM – 11 PM (bisa lebih malam tutupnya)
Telp: +62 813-1028-7179
Advertisements