Dengar kata pantai Kuta, kebanyakan orang selalu tertuju oleh pantai Kuta yang ada di Bali yang memang sudah terkenal dari dulu. Padahal pulau tetangganya Bali yaitu pulau Lombok ada juga pantai Kuta nya…dan tidak kalah cantik dari Kuta Bali.

kuta lombok3

kuta lombok4

Kuta Lombok ada di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah dekat dengan BIL (Bandara International Lombok) yang cuma butuh waktu setengah jam saja dari BIL. Sedangkan dari Mataram berjarak ±72 km dan butuh waktu ± 1,5 jam untuk sampai kesana pakai mobil.

Sebenarnya kita sudah sering ke Lombok tapi jarang menjelajah daerah Lombok Tengah ataupun Lombok Timur…pernah pun cuma mampir ke wisata yang tidak terlalu jauh dari jalan utama Mataram-Sumbawa dikarenakan ya itu tadi..jauh dari kota Mataram. Tapi akhirnya tanggal 26 Maret 2016 kita kesampaian juga mengunjungi pantai Kuta Lombok. Ini pun bisa dibilang rencana dadakan juga…kita ke Kuta setelah makan siang dan tidak mampir ke spot-spot wisata lainnya yang searah seperti desa Sade karena waktu yang sudah terlalu siang dan cuaca waktu itu agak mendung.

Untuk menemukan lokasi Kuta Lombok tidak susah karena memang merupakan salah satu tempat wisata yang terkenal di Lombok, akses jalannya sudah bagus dan petunjuk-petunjuk jalannya jelas.

Pantai Kuta Lombok dibanding Kuta Bali menurutku lebih bagus Kuta Lombok karena pantainya tidak sepadat Kuta Bali karena itu terlihat lebih luas dengan hamparan pasir putih dan lautnya yang biru. Kuta Lombok juga dijadikan tujuan para bule untuk berselancar plus berjemur. Jadi di sekitar pantai juga terdapat penginapan-penginapan dari yang murah sampai mahal. Kita bisa melihat langsung pantai dan birunya laut pantai Kuta langsung dari jalan di area lokasi pantai (tidak seperti Kuta Bali yang sepanjang jalannya tertutup oleh tembok tinggi). Kendaraan-kendaraan biasa juga parkir di pinggir pantainya.

Kita parkir mobil di dekat tulisan Kuta Lomboknya supaya dekat juga kalau kita mau foto sebagai bukti kalau kita sudah kesana. Hehehe Tarif parkir mobil dikenakan 5 ribu. Waktu kita kesana pas bukan musim liburan… orang lokal maupun turis asing juga tidak terlalu banyak…jadi ya tidak perlu antri untuk foto di tulisan Kuta Lombok dan tidak susah foto dengan background pantai yang putih bersih (tanpa diselingi orang lewat). Hihihi

kuta lombok

Yang bikin kita kurang nyaman selama disana adalah dari awal kita turun dari mobil sampai balik lagi ke mobil untuk kembali ke Mataram, selalu diikuti anak-anak penjual gelang. Mereka mengikuti kita kemana kita pergi…mending kalau cuma 1 anak, lha ini bisa 3-5 anak.  Kalau dibilang kasihan ya kasihan melihat mereka yang masih kecil harus berjualan dan berpanas-panasan, tapi cara mereka berjualan cenderung memaksa…tidak ada cara yang bisa bikin mereka tidak mengikuti kita. Dari bilang tidak mau beli, melambaikan tangan tanda menolak, cuek, sampai kita akhirnya menyerah dan beli gelangnya pun masih ada saja yang mengikuti. Selain anak-anak penjual gelang biasa juga ada ibu-ibu penjual kain tenun yang biasa mengikuti wisatawan ibu-ibu yang biasa sibuk mencari oleh-oleh dan lebih royal ketimbang orang muda dan bapak-bapak.

Di sisi lain, kita senang juga lihat raut muka anak-anak yang gelangnya dibeli. Kelihatan bahagia banget…Ya mencoba ambil positifnya saja, anak-anak itu ada kerjaan berjualan ketimbang jadi pengangguran yang ujung-ujungnya jadi preman dan kita ada oleh-oleh gelang untuk teman-teman.

kuta lombok9

Kita tidak berlama-lama di Kuta Lombok. Setelah puas foto-foto dan cuci mata pemandangan, kita memutuskan untuk balik ke Mataram sebelum hujan karena langit mulai gelap plus sudah sore. Lain kali kita pasti balik lagi untuk mengunjungi spot wisata didekat Kuta Lombok yang tidak sempat kami kunjungi.

kuta lombok7

Oiya, selain masalah penjual souvenir ini, wisata-wisata di daerah Lombok Tengah maupun Lombok Timur bisa dibilang kurang aman bagi wisatawan. Contohnya seperti maraknya kasus begal atau rampok ditengah jalan baik siang maupun malam, seringnya wisatawan asing yang jadi sasaran. Lalu pernah baca juga masalah penginapan yang tidak aman dalam arti barang-barang berharga yang ditinggal di kamar hotel (kamar sudah dikunci) masih bisa hilang. Entah karena memang pas apes atau memang disana preman lebih mendominasi. Karena itu memang disarankan kalau mau pergi ke daerah wisata di daerah sana, pulang jangan malam-malam dan usahakan lewat jalan yang ramai. Semoga dengan meningkatnya minat wisatawan berkunjung ke pulau Lombok, tingkat keamanannya pun semakin diperketat. Sehingga wisatawan pun dapat berlibur dengan hati yang tenang dan aman.

Advertisements