Setelah puas menikmati keindahan Pura Uluwatu, kita masih menyusuri wisata di sekitar sana. Rute selanjutnya yaitu Padang-padang beach dimana pantai ini semakin terkenal sejak dijadikan salah satu lokasi syuting film “Eat, Pray, Love’ nya Julia Robert. Lokasinya tidak jauh dari Pura Uluwatu. Untuk menuju ke lokasi pantainya, kita diharuskan menuruni tangga yang lumayan membuat kaki kita gemetar. Hehehe Pantai ini menyuguhkan deburan ombak yang sangat diminati bagi para peselancar. Bagi peselancar biasa mereka berenang agak jauh untuk mendapatkan ombak yang besar dan panjang. Kadang-kadang di sini juga diadakan perlombaan selancar. Pantai Padang-padang sendiri memiliki hamparan pasir putih dan air laut yang jernih dan ombak yang tidak terlalu besar (pinggir pantai) sehingga cocok bagi para wisatawan yang suka berjemur, main air sekaligus berenang.

padang-padang

padang-padang2

 

 

Untuk kita bertiga cewek-cewek yang peduli masalah kulit, alias takut gosong….kita ke pantai cari tempat yang teduh untuk liat suasana pantai. Sedangkan suami keluyuran sendiri cari objek foto. Memang kita dari awal rencana ke Bali kali ini bukan untuk main air tapi lebih ke sightseeing. Bisa dipastikan yang ada di hamparan pasir putih semuanya bule yang dengan bahagianya ‘menghitamkan’ kulit mereka pada saat matahari sedang terik-teriknya.

Trip selanjutnya adalah pantai Pandawa. Untuk menuju ke pantai ini, Kita akan melewati jalan yang diapit tebing-tebing tinggi, bisa dibilang cukup unik dan terlihat megah. Jalan menuju pantai Pandawa ini memang sengaja dibuat pemerintah karena dulu akses menuju ke pantai ini cukup sulit. Karena itu dibuatlah jalan diantara tebing-tebing yang sekarang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang lewat. Proses pembuatan jalannya pun waktu kita kesana belum semuanya selesai, masih dalam pengerjaan sana sini, belum sepenuhnya selesai.

pandawa
Jalan menuju Pantai Pandawa. Gambar berasal dari sini

Sebelum memasuki area pantai, kita juga akan mendapati patung-patung raksasa pewayangan lima pandawa yaitu patung Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Kelima patung itu berada didalam tebing-tebing, sehingga para wisatawan yang datang akan melihat berjejer kelima patung-patung tersebut secara berurutan.

pandawa2
Sumber gambar disini
pandawa3
Pantai Pandawa dari atas. Sumber gambar dari sini

Seperti pada umumnya pantai di Bali, pantai Pandawa juga berpasir putih, ada aktifitas bermain air seperti sewa kano dan juga aku lihat kemarin ada yang paralayang juga. Waktu kita kesana, penuh dengan wisatawan domestik dibanding turis asingnya. Banyak bus-bus pariwisata dan rombongan mobil lainnya. Selain itu juga terdapat banyak warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman seperti nasi goreng, mie dan kelapa muda. Kita sempatin ganjal perut dulu di salah satu warung disana. Makan mie goreng kena 12 ribu per porsi dan minum kelapa muda utuh kena 20 ribu. Beda sama pantai Padang-padang yang minim warung kecil dan penuh dengan wisatawan asing. Mungkin juga dikarenakan pantai Pandawa lebih luas dan lebar, menyediakan lahan parkir yang jauh lebih luas dan menuju ke pantainya tidak perlu naik turun tangga seperti di pantai Padang-padang.

pandawa4

Wisata pantai selanjutnya adalah pantai Melasti. Disebut pantai Melasti selain lokasinya berada di jalan Melasti juga karena pantai ini sering dipakai untuk upacara Melasti oleh warga sekitarnya untuk hari tertentu. Pantai ini bisa dibilang tergolong baru, belum dibuka resmi oleh pemerintah waktu kita kesana…jalannya masih dalam pengerjaan dan masih banyak truk-truk pengangkut batu bersliweran. Menuju pantai Melasti ini tidak susah kok. Cari saja jalan Melasti dulu kemudian lurus terus sampai ketemu Banyan Tree Hotel and Resort Ungasan, terus lagi sedikit maka kamu akan melihat pesisir Pantai Melasti dari atas tebing. Selain itu pantai Melasti berjarak sekitar 3 kilometer dari Lapangan Desa Ungasan yang dulunya digunakan sebagai lokasi syuting film Eat Pray Love nya Julia Robert. Kalau masih belum ketemu, tanyalah penduduk disana kalau kamu sudah sampai di jalan Melasti. Hehehe

melasti
Jalan menuju Pantai Melasti. Sumber gambar dari sini

Akses jalan menuju pantai ini hampir mirip sama akses jalan menuju pantai Pandawa. Kita disuguhkan keindahan tebing-tebing tinggi waktu mendekati lokasi pantai. Namanya juga masih baru, belum banyak wisatawan yang terlihat. Hanya terlihat penduduk lokal yang sedang bermain air. Tapi nantinya memang pantai ini akan dijadikan salah satu pantai yang dapat digunakan untuk water sport. Pantai Melasti juga baru dibuat anjungan yang menjorok ke tengah laut. Tujuannya adalah untuk memudahkan masyarakat setempat untuk melakukan ritual keagamaan misalnya saat melasti akan memudahkan untuk “nganyud” ke tengah laut. Karena sebelumnya harus menggunakan boat untuk melakukan kegiatan “nganyud” ini. Sewaktu kita kesana, anjungannya masih dalam proses pengerjaan yaitu banyaknya truk-truk yang menimbun pantai dengan batu-batu besar utk dijadikan pondasi anjungannya itu sendiri.

melasti2
Anjungan yang baru dikerjakan. Sumber gambar dari sini

melasti3

melasti

melasti2

melasti4

Hari sudah semakin sore, akhirnya wisata pantai untuk hari ini ditutup dengan makan malam di Lia Cafe Jimbaran sambil lihat sunset. Sebenarnya masih banyak wisata pantai-pantai lainnya di Bali yang perlu dijelajah seperti pantai Suluban, Dream Beach, Pantai Balangan, pantai Karma Kandara, dll tapi next time saja kalau kita balik wisata ke Bali lagi (ngarep mode on). Sebelum balik ke hotel, kita kuliner ringan dulu di Gusto Gelato and Caffe di daerah Kerobokan.

Advertisements