Setelah puas menjelajah Undeground House, kita langsung lanjut menuju jembatan kuning untuk mencari kapal yang bisa bawa kita ke Nusa Penida pulang pergi. Akhirnya ketemu sama bapak-bapak yang punya kapal. Dia pasang tarif 250 ribu pulang pergi untuk kita berdua…terserah mau balik jam berapa, cuma perlu telepon dia saja kalau sudah mau balik. Di akhir perjalanan kita baru tahu kalau ternyata tarif standar ke Penida via jembatan kuning tuh 200 ribu pulang pergi. Yaa…mau bagaimana lagi karena memang kita mau menghemat waktu juga sih…karena itu tawar menawarnya tidak maksimal. Hehehe

jembatan kuning
kapal ke penida

Kita meninggalkan motor di dekat jembatan kuning dimana banyak orang yang parkir disana juga. Perjalanan kapal ke Nusa Penida sebentar kok cuma 10 menit saja sudah sampai di dermaga Toya Pakeh. Setibanya disana, kita sewa motor lagi untuk setengah hari. Dipasang tarif awal 80 ribu full tank. Jiahh…sama saja donk sewa sehari di Nusa Lembongan…alasan jalanan menanjak dan jauh karena memang tujuan utama kita ke Pasih Uwug. Setelah menawar, kita sepakat bayar 65 ribu full tank. Realitanya kita lihat garis bensinnya cuma 3/4 saja…ya sudahlah, ketimbang debat ga jelas bikin waktunya kita makin berkurang karena kita sampai disana sudah jam setengah 12 siang.

Perjalanan pun dimulai ke Pasih Uwug dan ternyata jauh juga…hahaha…kurang lebih 1 jam. Makin mendekati lokasi, makin minim pula petunjuknya dan minim pula penduduk disekitar sana. Kita sempat kesasar yang harusnya belok, kita malah terus-terus saja sampai jalan buntu. Tapi untungnya kita lihat dari kejauhan, ada turis yang baru foto-foto. Dan akhirnya ketemu!! Pemandangannya pun sepadan dengan perjalanan yang telah kita tempuh selama 1 jam. Bagusnya lagi, disana kita cuma lihat 3 pasang turis saja alias sepi. Mungkin pada males kesini karena medan perjalanannya yang menanjak, berbatu, berlubang dan minim petunjuk. Kita punya cukup waktu untuk foto-foto disini. Sebenarnya kita juga mau ke Angel’s Billabong yang kita baca dari internet kalau lokasinya tidak jauh dari Pasih Uwug tapi kita tidak ketemu petunjuknya dan tidak ada orang yang bisa ditanyain. Karena bisa juga namanya beda sama versi penduduk lokalnya….contohnya dari beberapa yang kita baca di internet, Pasih Uwug ditulis Pasih U’ug, beda lagi cara pengucapannya penduduk lokal dengan kita para turis…nah lohh…Memang belum jodoh untuk main ke Angel’s Billabong saat ini dan akan menjadi tujuan berikutnya kalau balik kesini lagi. Hohoho

pasih uwug2

pasih uwug

pasih uwug3
Lalu kita lanjut mampir ke Cristal Bay (pantai) yang sejalan sama arah kita ke dermaga Toya Pakeh. Ya sekali lagi…pantainya berpasir putih, air laut jernih…cuma tidak sepadat pantai yang ada di Nusa Lembongan. Kita cuma sebentar saja di Cristal Bay karena mengingat waktu yang semakin sore karena kita mau sempatin juga menyusuri Nusa Ceningan.

cristal bay1

cristal bay2
Sebenarnya di Nusa Penida masih banyak lokasi wisata yang menarik lainnya yang perlu kita kunjungin tapi waktunya tidak cukup…next time we will definitely go back to this island!! Balik lagi ke jembatan kuning jam 3.30 WITA….langsung kita naik motor menyeberang ke Nusa Ceningan melewati jembatan kuning cari lokasi Cliff Jumping. Di lokasi Cliff Jumping tidak terlalu ramai dan tidak ada orang-orang yang lompat seperti yang diberitakan di internet. Loketnya pun tidak ada orang. Tidak tahu karena sudah tidak beroperasi lagi karena terlalu berbahaya atau memang pas kesana pas tutup saja. Salut bagi orang-orang yang berani lompat dari tebing ini…selain tinggi tebingnya, ombak dibawahnya lumayan besar (bagi orang yang tidak pintar renang seperti aku). Tidak perlu pakai acara lompat, pemandangannya yang disuguhkan disini saja sudah membuat kita kagum dengan keindahannya.

cliff jumpingcliff jumping2cliff jumping3

Lalu kita lanjut menyusuri lokasi wisata lainnya…yaitu Secret Beach. Memang lokasinya ‘rahasia’ karena akses ke pantai ini kita harus masuk ke daerah villa Trevally. Masuk ke villanya, parkir motor, lalu kita jalan menuju pantainya yang menjadi salah satu bagian dari villanya. Karena pantai ini bagian dari villa Trevally, tidak enak juga kita berlama-lama disana.

Dari sana, kita menuju ke Ceningan Cliff…sempat kita mau putar balik karena semakin mendekati lokasi, jalan makin kecil dan jelek, makin sepi dan jarang ada rumah penduduk. Mungkin Ceningan Cliff merupakan salah satu wisata yang baru di Nusa Ceningan dan termasuk bagian dari hotel (atau losmen?) yang baru dibangun tapi terbuka untuk umum. Waktu kita kesana baru jadi 1 kamar dan barnya saja yang ada di pinggir tebing dengan pemandangan yang bikin kita bilang ‘wow’. Lainnya masih dalam pengerjaan. Tapi ya saranku kalau tidak menginap disana minimal belilah minuman di barnya saja sambil menikmati pemandangannya sambil istirahat. Harga minuman dan makanannya masih ramah di kantong kok. Berhubung Ceningan Cliff termasuk wisata yang baru karena itu masih sepi turis, tapi pemandangannya benar-benar worth it lah dengan perjalanan menuju kesini yang harus ‘blusukan’. Kita bisa lihat pulau Nusa Penida dari ujung ke ujung. Kita jadi tahu seberapa jauh tadi kita naik motor dari dermaga Toya Pakeh ke Pasih Uwug. Untung kita tahunya setelah pergi dari sana. Kalau belum, kemungkinan kita mengurungkan niat pergi karena lihat betapa jauhnya dari dermaga ke Pasih Uwug. Hahaha

ceningan cliff3

ceningan cliff2

ceningan cliff

Hari ke 2 ini kita tutup dengan makan malam di Warung Putu di dekat jembatan kuning
Advertisements